topbella

Minggu, 10 April 2011

Kisah Seorang Pengajar Al-Qur'an

Kisah ini disampaikan oleh salah seorang pengajar Al-Qur'an Al-Karim di salah satu masjid di Makkah Al Mukarramah. Ia berkata : "Telah datang kepadaku seorang anak kecil yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah. Maka aku bertanya kepadanya: 'Apakah engkau hafal sebagian dari Al Qur'an ?' Ia berkata: 'Ya'. Aku bertanya kepadanya:'Bacakan dari juz 'amma!' Maka kemudian ia membacanya. Aku bertanya lagi: 'Apakah kamu hafal Surat Tabaarak (Al Mulk) ?' Ia menjawab: 'Ya'. Aku pun takjub dengan hafalannya dalam usia yang masih dini".

Aku bertanya kepadanya tentang Surat An Nahl. Ternyata ia hafal juga, maka semakin bertambah kekagumanku atasnya.

Kemudian aku ingin mengujinya dengan surat-surat yang panjang, aku bertanya: "Apakah engkau hafal Surat Al-Baqarah ?" Ia menjawab: "Ya". Dan ia membaca surat itu tanpa salah sedikit pun. Kemudian aku berkata: "Wahai anakku apakah engkau hafal Al Qur'an ?" Ia menjawab : "Ya".

Subhanallah, dan apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi ! Aku memintanya untuk datang esok hari bersama dengan orang tuanya, sedangkan aku sungguh benar-benar takjub. Bagaimana mungkin bapaknya melakukan hal tersebut ?.



Suatu kejutan besar ketika bapak anak tersebut hadir. Aku melihat penampilannya tidak menunjukkan orang yang komitmen kepada As-Sunnah. Segera ia berkata kepadaku: "Saya tahu Anda heran kalau saya adalah ayahnya, tapi saya akan menghilangkan rasa keheranan Anda. Sesungguhnya di belakang anak ini ada seorang wanita yang setara dengan seribu laki-laki. Aku beritahukan kepada Anda, bahwa aku di rumah memiliki tiga anak yang semuanya hafal Al-Qur'an. Dan anakku yang paling kecil, gadis berusia 4 tahun, sudah hafal juz 'amma".

Aku kaget dan bertanya : "Bagaimana bisa seperti itu ?".

Ia mengatakan bahwa ibu mereka ketika mereka mulai bisa berbicara pada usia bayi, maka ia memulainya dengan menghafalkan Al Qur'an dan memotivasi mereka untuk itu. Siapa yang hafal pertama kali, maka dialah yang berhak memilih menu untuk makan malam hari itu. Siapa yang melakukan muraja'ah (setor hafalan) pertama kali, dialah yang berhak memilih ke mana kami akan pergi mengisi liburan mingguan. Dan siapa yang mengkhatamkan pertama kali, maka dialah yang berhak menentukan ke mana kami harus mengisi liburan.

Seperti inilah, istriku menciptakan suasana kompetisi (persaingan) dalam menghafal dan melakukan muraja'ah.

Ketika merenungkan dan memikirkan kisah yang penuh pelajaran ini, kami mendapati bahwa seorang wanita shalihah yang senantiasa memperhatikan kebaikan rumah tangganya, maka dialah wanita yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  telah berwasiat pada kaum laki-laki untuk memilihnya sebagai pasangan hidup. Meninggalkan orientasi harta, kecantikan dan kedudukan.

Maka benarlah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda : "Seorang wanita dinikahi karena empat hal, karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka carilah agamanya niscaya kamu beruntung". (HR. Bukhari).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda : "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).

Selamat atasnya (ibu anak tersebut) yang telah menjamin masa depan anak-anaknya dengan menjadikan Al Qur'an sebagai pemberi syafaat kepada mereka kelak di hari kiamat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda : "Akan dikatakan kepada orang yang hafal Al-Qur'an pada hari kiamat, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dalam kehidupan dunia, karena sesungguhnya tempat kembalimu dalam kehidupan akhir adalah sesuai dengan ayat yang dahulu engkau baca". (HR. Ibnu Hibban).

Maka bayangkanlah sekarang datangnya hari-hari itu, ketika ibu itu berdiri di padang mahsyar. Ia akan melihat anak-anaknya terus naik dan naik di hadapannya, dan tiba-tiba mereka berada di tempat yang paling tinggi. Kemudian dibawakan kepadanya mahkota al waqaar (kemuliaan) yang diletakkan di atas kepalanya.

Apa yang akan dilakukan anak-anak kita jika dikatakan kepada mereka: "Bacalah !"

Maka kemanakah (hafalan) mereka akan sampai ?

Apakah akan diletakkan di atas kepala kita sebuah mahkota ?

Jika didatangkan timbangan amal, maka berapa banyak lagu-lagu yang mereka hafalkan ?

Berapa banyak gambar-gambar porno yang ada dalam HP mereka ?

Semua ini akan menjadi modal dalam timbangan amal kedua orang tua mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda: "Setiap dari kalian adalah pemimpin,dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang pemimpin atas manusia adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anaknya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Dan seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhori)

Tidaklah Allah mengaruniakan kepada kita keturunan agar kita memperbanyak orang-orang yang bermaksiat kepadanya. Akan tetapi agar mereka bersyukur dan ingat, Apakah anak kita termasuk dari kalngan mereka ?

Wahai setiap ibu, wahai saudariku semua !

Mulailah dengan mendidik dan memperbaiki anak-anak kalian. Jadikanlah huruf dan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai pemberat timbangan amal kalian dan saksi bagi kalian pada hari perhitungan. Hari dimana Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat. Hari dimana para penghafal Al-Qur'an menempati tempat yang tinggi. Dan akan bersama mereka (orang tua mereka) menempati tempat yang tinggi.

Tentunya risalah ini juga untuk para bapak.

Bayangkan wahai para bapak, jika Anda menjadikan anak Anda hafal Al-Qur'an. Setiap kali ia membaca satu huruf, Anda akan mendapatkan pahala setiap huruf yang ia baca dari Al-Qur'an dalam hidupnya. Maka jadilah Anda dengan menjaga anak Anda untuk menghafalnya dengan pertolongan dari Allah subhanallahu wa ta'ala.

Sumber : Majalah Qiblati edisi 06 tahun VI
 

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
AhlamGh
"Aku hanyalah wanita akhir zaman, yang punya cita-cita.. menjadi Wanita sholehah :) "
Lihat profil lengkapku
 
Ar- RumaaN© DiseƱado por: Compartidisimo